Benar atau salah? apa yang kulakukan sekarang. Benar atau salah? langkahku hingga detik ini. Benar atau salah? segala tindakkan ku. Entahlah. Aku masih mengharapkan ini lebih baik dari apa yang ku perkirakan sebelumnya. Mungkin ini salah satu cara agar aku dapat menghargai sebuah kesempatan yang baik. Ya, baik. Aku masing meyakini jika ini semua baik, baik untukku atau siapapun yang berada di sekelilingku. Tak pernah terbesit seujung kukupun. Tapi kenyataan tak ada yang tahu, kalau aku bisa sampai pada fase ini. Fase yang memaksaku untuk terus berfikir keras tentang bagaimana caranya agar tak merasa keberatan atau bahkan merasa salah disini. Berusaha untuk menjadikan ini semua sebuah pijakan yang baik untukku, bukan untuk orang lain.
Tak pernah bisa meramalkan apa yang akan terjadi esok, lusa, atau bahkan detik berikutnya dalam hidupku dan hidup kalian. Namun, mengertilah. Bahwa sesungguhnya semua yang bagaikan kejutan itu akan baik pada akhirnya. Kejutan yang mungkin berawal jelek, namun indah pada akhirmya. Atau mungkin ejutan yang berawal sangat indah dah buruk pada akhirnya. Kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi pada siapapun. Jangan heran jika apa yang kita harapkan kadang tak sesuai dengan keadaan. Namun keyakinan-keyakinan positif itu terus aku terapkan disini. Aku berusaha melakukan yang paling optimal agar hidupku tak ada yang sia-sia. Banyak orang bilang bahwa hidup adalah belajar. Aku sangat sepaham dengan itu. Hidup adalah pembelajaran emas yang ku dapatkan. Berbagai peristiwa hingga sejauh ini aku alami.. Pengalaman adalah guru terbaikku. Bagaim ana menyelesikan sebuah perkara, merancang sebuah alur, atau bahkan terlibat dalam suatu kejadian. Belajar yang tak pernah habis masanya. Hingga aku dapat berfikir yang sebenarnya.
All About...
Senin, 27 Oktober 2014
PIJAKAN
Sekarang, ya sekarang. Aku sedang berada disini. Sebuah kenyataan yang begitu penuh kejutan. Kejutan yang mungkin bisa membawaku dalam kegembiraan atau bahkan sebaliknya. Sekarang, aku berusaha untuk mengikuti aliran air sungai yang tenang. Namun, aku tak mau terombang-ambing di tengah derasnya sungai itu. Sungai yang mungkin kini sedang kupijak, dimana tempatku berdiri. tak mau melawan arus, namun sesekali itu terasa berefek bahkan ku butuhkan.
Aku adalah aku. Aku bukan orang lain. Aku adalah seperti ini. Aku hanyalah aku. Tak pernah berfikir untuk menjadi orang lain. Tapi rasanya terkadang aku sempat merasakan itu sebelum akhirnya kembali lagi menjadi diriku. Mungkin itu sebuah hal yang wajar atau juga hal yang pernah kalian alami sebelumnya?
Tak pernah terbayang bahkan membayangkan hingga sekarang, jam ini, menit ini, atau mungkin detik ini. Semua terlalu menjadi rahasia bagiku. Namun inilah titik yang sangat ku tunggu. Kejadian-kejadian penuh kejutan, yang tak pernah terlihat sebelumnya olehku bahkan orang di sekeliling ku. Rahasia yang menjadikan aku paham atas apa yang terjadi, mengerti semua kejadian, dan pada akhirnya menerima itu semua. Aku terima segala bingkisan-bingkisan cantik itu, walaupun terkadang bingkisan itu terlihat jelek atau cacat rupanya. Namun aku tak begitu percaya dengan segala bentuk yang hanya terlihat dari luar. Boleh jadi ada kejutan yang lebih istimewa bahkan luar biasa untuku.
Sekarang, aku merasa dapat menerima semuanya. Semua yang sudah ku alami dan ku rasakan sebelumnya. Mungkin ini yang disebut sebuah proses. Sebuah proses yang diriku sendiri sangat hargai itu. Sebuah proses yang penuh dengan pertimbangan. Proses yang penuh akan penilaian. Hingga aku bisa mengerti dan memahami apa itu arti sebuah proses. Apa hasil yang ku terima? hasil, bicara mengenai hasil. Hasilku hanya diriku yang tau, tapi kalian bisa membacanya dari luar. Kalian berhak memberikan penilain apa saja. Penilaian yang akan menjadikan sebuah karakter dimata kalian. Tak apah, baik atau buruknya dimata kalian. Namun aku yang berpijak di sini sekarang, berpegangan pada sesuatu yang kokoh dan keras dan tak pernah roboh.
Langganan:
Postingan (Atom)